Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Sunday, August 19, 2012

Membangun Citra Diri Positif

Pentingnya Citra Diri yang Positif

“You are what you think”. Ini adalah pepatah luar negeri . Maksudnya adalah jika kita memiliki citra diri positif, maka kita akan mengalami berbagai macam hal positif sesuai dengan apa yang kita pikirkan.

Banyak ahli percaya bahwa orang yang memiliki citra positif adalah orang yang beruntung. Citra diri yang positif membuat mereka menikmati banyak hal yang menguntungkan antara lain :

             Membangun Percaya Diri

Citra diri yang positif secara alamiah akan membangun rasa percaya diri, yang merupakan salah satu kunci sukses. Orang yang mempunyai citra diri positif tidak akan berlama – lama mengisi nasibnya yang sepertinya terlihat buruk. Citra dirinya yang positif mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang masih dapat ia lakukan. Ia akan fokus pada hal – hal yang masih bisa dilakukan, bukannya pada hal – hal yang sudah tidak bisa ia lakukan lagi. Dari sinilah terdongkrak rasa percaya diri orang tersebut.

             Meningkatkan Daya Juang

Dampak langsung dari citra diri positif adalah semangat juang yang tinggi. Orang yang memiliki citra diri positif, percaya bahwa dirinya jauh lebih berharga daripada masalah, ataupun penyakit yang dihadapinya. Ia juga bisa melihat bahwa hidupnya jauh lebih indah dari segala krisis kegagalan jangka pendek yang harus dilewatinya. Segala upaya dijalaninya dengan tekun untuk mengalahkan masalah yang sedang terjadi dan meraih kembali kesuksesan  yang sempat. Inilah daya juang yang lebih tinggi yang muncul dari orang yang bercitra diri positif.

Manfaat Citra Diri yang Positif

Seseorang yang memiliki citra diri yang positif akan mendapatkan berbagai manfaat, baik yang berdampak positif bagi dirinya sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Manfaat – manfaat yang didapatkan oleh si empunya citra diri positif dan lingkungannya tersebut adalah :

             Membawa Perubahan Positif

Orang yang memiliki citra diri positif senantiasa mempunyai inisiatif untuk menggulirkan perubahan positif bagi lingkungan tempat ia berkarya. Mereka tidak akan menunggu agar kehidupan menjadi lebih baik, sebaliknya mereka akan melakukan perubahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik.

Masalah pengangguran tidak membuat orang bercitra diri positif mencak – mencak dan memaki pemerintah. Orang seperti ini akan berusaha mencari dan membuat lapangan pekerjaan bagi diri dan lingkungannya. Hingga ia bisa  meyakinkan investor dan memulai usahanya, lapangan pekerjaan pun akan terbuka. Perubahan positif tidak hanya terasakan oleh dirinya, namun juga oleh lingkungannya.

             Mengubah Krisis Menjadi Keberuntungan

Selain membawa perubahan ppositif, orang yang memiliki citra diri positif mampu mengubah krisis menjadi kesempatan untuk meraih keberuntungan. Citra diri positif mendorong orang untuk menjadi pemenang dalam segala hal. Menurut orang – orang yang bercitra diri positif, kekalahan, kegagalan, kesulitan, dan hambatan sifatnya hanya sementara. Fokus perhatian mereka tidak melulu tertuju kepada kondisi yang tidak menguntungkan tersebut, melainkan fokus mereka diarahkan pada jalan keluar.

Seringkali kita memandang pada pintu yang tertutup terlalu lama, sehingga kita tidak melihat bahwa ada pintu – pintu kesempatan lain yang terbuka untuk kita. Kita seringkali memandang dan menyesali kegagalan, krisis, dan masalah yang menimpa terlalu lama sehingga kita kehilangan  harapan dan semangat untuk melihat kesempatan lain yang sudah terbuka bagi kita.

Strategi Membangun Citra Diri Positif

             Persiapan

Salah satu cara membangun citra diri positif adalah melalui persiapan. Dengan persiapan yang cukup, kita menjadi lebih yakin akan kemampuan kita mengenai sesuatu. Keyakinan merupakan modal dasar meraih keberuntungan. Dengan melakukan persiapan, kita sudah berhasil memenangkan separuh dari pertarungan. Persiapan menuntun kita untuk mengantisipasi masalah, mencari alternatif solusi, dan menyusun strategi. Wujud persiapan adalah belajar atau mencari ilmu. Persiapan juga bisa melalui latihan.

             Berfikir Unggul

Dengan berfikir unggul akan mendorong kita senantiasa berusaha menghasilkan yang terbaik. Berfikir unggul sama saja berfikir tentang kemenangan. Jadi jangan berfikir tentang kekalahan. ( You are what you think)

             Belajar berkelanjutan

Membangun citra diri yang positif melalui komitmen pada belajar berkelanjutan. Hasil belajar akan meningkatkan nilai bagi orang yang berhasil mendapatkan pengetahuan ataupun keterampilan baru. Hal ini bisa dijadikan modal untuk meraih sukses.

Seringkali orang yang berada pada tingkat atas merasa tidak perlu belajar lagi. Hal ini tentu akan menurunkan tingkat keberhasilan, sehingga perlu belajar berkelanjutan.

Artikel ini ditulis oleh Dyah Sujiati dan Lia Oktalia, diresume dari berbagai sumber.

Thursday, August 16, 2012

Penyuluhan Narkoba

Tanggal 15 desember 2008 mendatang akan ada kegiatan penyuluhan tentang narkoba dengan sasarannya siswa-siswa SMA se-Purwokerto. Bertempat di pendopo kabupaten Banyumas. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama BNK kabupaten Banyumas dengan BEM KM MIPA UNSOED.
Kegiatan di atas menjadi sedikit gambaran bagi kita bahwa sesungguhnya banyak hal yang bisa kita perbuat dalam mengisi masa kuliah kita. Tidak salah kalau kewajiban kita di sini adalah untuk kuliah yang harus kita pertanggungjawabkan pada orang tua. Namun, bukan berarti kita hanya berkutat dalam masalah itu saja. Terlalu sayang waktu yang kita miliki.
Memang, tidak semua orang suka dunia politik saja atau social saja. Karena itu dalam hidup ini ada banyak aspek. Sehingga setiap orang mampu mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan potensi yang ia miliki. Kita terlahir di dunia ini beserta dengan kelebihan kelebihan kita.sayang sekali jika kelebihan kita hanya tersimpan dalam diam. Banyak hal yang bisa kita sumbangkan untuk negeri ini. Seperti kata bung karno,”jangan Tanya apa yang sudah Negara berikan untukmu! Tapi Tanya pada dirimu. Apa yang sudah kau berikan untuk negaramu?”[]dyah

Akankah Terjadi Perubahan di Sini?
Kondisi kampus sekarang yang cenderung statis dalam menyikapi suatu problema justru membuat kita merasa sulit, karena secara manusiawi , manusia perlu sebuah dinamisasi. Kita yakin dalam realitanya kita mampu untuk melakukan suatu perubahan yang lebih baik. Kita sadar bahwa memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk merubah sesuatu. Tapi apakah waktu yang tersedia dalam melakukan suatu perubahan kearah yang lebih baik sudah dioptimalkan dengan sebaik-baiknya? Semua itu bergantung dari kepekaan pihak-pihak yang bersangkutan, apakah tanggap dengan suatu perubahan atau bersikap acuh tak acuh dalam menyikapinya.
Apa yang kita rasakan sekarang di sini setelah adanya banyak sekali keinginan untuk merasakan kampus ini menjadi lebih baik lagi dari yang sekarang ini? Sudah banyak hal yang sudah di sorot oleh mahasiswa di kampus sejak dulu. Seperti kinerja bapendik, perpustakaan, parkiran, kamar kecil, serta fasilitas-fasilitas lainnya yang merupakan suatu kebutuhan mahasiswa pada umumnya. Baru mushola yang sudah sempat dirapatkan beberapa waktu yang lalu. Janji-janji hanyalah suatu pemanis bibir semata dalm menutupi ketidaksanggupan dalam mengatasi problema ini. Sebagai contoh dalam menangani sanitasi kampus saja tidak ada tanggapan sama sekali, kamar kecil begitu banyak tetapi yang berfungsi hanya beberapa saja. Padahal hal tersebut sangat penting dan sangat dibutuhkan. Kampus berpenghuni lumayan banyak ini ternyata fasilitas untuk sanitasinya sangat memprihatinkan. Sungguh ironis ketika kampus ini tetap dan tetap dalam keadaan seperti itu tanpa adanya upaya untuk memperbaikinya. Awal tahun 2009 menurut kabar akan dimulai pembangunan mushola dan local baru di sekitar kampus tetapi sampai saat sekarang ini belum tampak tanda-tanda adanya rencana pembangunan tersebut, dari waktu ke waktu janji-janji mengenai rencana pembangunan gedung baru serta mushola selalu di gembor-gemborkan mulai dari mahasiswa yang mau di wisuda bahkan yang sudah diwisuda. Memang usia kampus ini terbilang masih muda, jadi belum banyak perubahan di sini, tapi semakin bertambahnya usia kampus ini seharusnya sudah bisa berbenah diri dan tanggap terhadap kondisi seperti sekarang ini demi kelancaran mobilitas kampus.
Bahkan dalam hal sarana dan prasarana serta informasi masih saja seperti itu. Banyak info dari dunia luar yang belum tertempel di dinding MIPA dan tersampaikan pada mahasiswa. Pengumunan pun masih dalam bentuk hitam di atas putih. Di mana motivasinya? Di mana kesadaran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pelayanan mahasiswa?
Yang menjadi pertanyaan kita sekarang ini adalah apakah janji-janji tersebut benar-benar terlaksana menjadi realita atau janji-janji itu tinggallah janji? Membutuhkan waktu berapa lagi bagi kita untuk menunggu sinyal positif akan adanya perubahan di sini? Yang perlu kita cermati sekarang adalah bagaimana kita bisa mengambil sikap terhadap janji-janji yang tidak terealisasikan itu. Kita sudah seharusnya peka dan peduli bila tidak ada suatu perubahan di sini, tetapi apakah kita sanggup untuk menentukan sikap? Kita cenderung merasa takut untuk mengkritisi suatu masalah-masalah pelik di kehidupan kampus dan memilih diam. Tetapi sebagai agen perubahan (agent of change) sudah sepantasnya kita mempunyai mental untuk bisa menyikapi dan mencermati kondisi kampus ini. []edo,dyah

(tulisan ini dimuatkan di mading Badan Eksekutif Mahasiswa tanggal 9 desember 2008 yang diterbitkan oleh Departemen Agitasi dan Propaganda BEM KM MIPA UNSOED 2008)